Cari Blog Ini

Memuat...

Minggu, 15 Januari 2012

TEKNIK-TEKNIK PENGEMBANGAN PARAGRAF KARYA TULIS ILMIAH




TEKNIK-TEKNIK
PENGEMBANGAN PARAGRAF KARYA TULIS ILMIAH
Oleh :
MASNUATUL HAWA, S.Pd.

 

KATA PENGANTAR

Karya tulis ilmiah tidak selalu mudah disusun oleh mahasiswa, bahkan bagi karya siswa sekalipun. Hal itu disebabkan adanya kebingungan dalam mencari referensi dan belum memahami secara khusus tentang teknik penulisan karya tulis ilmiah.Banyak mahasiswa dan para karya siswa diperguruan tinggi yang mengeluhkan penulisan tugas akhir mereka, hal ini menunjukkan bahwa menulis karya tulis ilmiah itu tidah mudah itu bukan berarti menulis karya tulis ilmiah sulit, melainkan untuk menulis karya tulis ilmiah terlebih dahulu kita harus memahami tata cara penulisan baku termasuk juga bagaimana menuangkan gagasan atau ide pokok dalam wujud tulisan yang lengkap.
Masih banyak orang yang belum benar-benar mengerti bagaimana menuangkan gagasan pokok ke dalam sebuah tulisan ilmiahyang benar dan lengkap. Salah satu problemnya adalah, teknik-teknik pengembangan paragraph karya tulis itu tidak benar-benar dikuasai. Maka banyak paragraph karya tulis yang sesungguhnya tidak layak disebut sebagai paragraph, karena memang tidak memenuhi kualifikasi sebagai paragraph.
Buku ini berjudul TEKNIK-TEKNIK PENGEMBANGAN PARAGRAF KARYA TULIS ILMIAH: pedoman kebahasaan bagi mahasiswa, karya siswa, peneliti, dan penulis pada umumnya. Buku ini disusun sebagai bentuk keprihatinan sekaligus kepedulian terhadap fakta kebahasaan.Buku pedoman ini disusun berbeda dari buku-buku lain yang lebih dahulu diterbitkan, karena lebih ditekankan pada dimensi konstruksinya. Adapun paradigm pembelajaran konstruktivistik, yang memberikan penekanan pada dimensi konstruksi, rekonstruksi, penyusunan, pembuatan, dan penciptaan.
Akhirya tiada gading yang tak retak, dalam penulisan buku ini diakui masih banyak kekurangannya. Akan tetapi, kesalahan dan kekurangan yang ada tidak hadir untuk dicerca, melainkan untuk dicari bersama-sama bagaimana bisa menuju pada kesempurnaan penulisan. Sehubungan dengan hal itu, tegur, kritik, dan saran pembaca, akan senantiasa penulis terima dengan hati terbuka.



                                                                         Bojonegoro, 18 Juni 2011
                                                                                                      Penulis,
                                                                                          Masnuatul Hawa



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR - 1
DAFTAR ISI - 3
BAB I PARAGRAF KARYA TULIS - 5
A.    Pengertian Pragraf Karya Tulis - 5
B.     Ciri-ciri Pragraf Karya Tulis - 6
C.     Fungsi Paragraf Karya Tulis - 7
D.    Unsur-unsur paragraph karya tulis - 8
E.     Identifikasi Paragraf Karya Tulis - 10
BAB II JENIS-JENIS PARAGRAF KARYA TULIS - 12
A.    Paragraf Karya Tulis Berdasarkan Letak Kalimat Utamanya - 12
B.     Paragraf Karya tulis Berdasarkan Sifat dan Tujuannya - 13
C.    Paragraf Karya Tulis Berdasarkan Fungsinya - 14
BAB III TEKNIK-TEKNIK PENGEMBENGAN PARAGRAF KARYA TULIS - 16
A.    Teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis dari Umum ke Khusus - 16
B.     Teknik Pengembangan Paragraf karya Tulis dari Khusus ke Umum - 16
C.     Teknik pengembangan paragraph Karya Tulis dari sebab ke akibat - 17
D.    Teknik Pengembangan Paragraf karya Tulis dari akibat
ke Sebab - 17
E.     Teknik Pengembangan paragraph Karya Tulis dengan pembandingan - 17
F.      Teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis dengan
Pertentangan - 18
G.    Teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis dengan Analogi - 18
H.    Teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis dengan Pemberian Contoh - 18
I.       Teknik Pengembangan paragraph Karya Tuis dengan
Definisi - 19
J.       Teknik pengembangan Paragraf Karya Tulis dengan
Pemerincian - 19
K.    Teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis dengan
Pembuktian - 19
L.     Teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis dengan
Eksplanasi - 19
M.   Teknik pengembangan Paragraf Karya Tulis dengan
Pertanyaan - 19
DAFTAR PUSTAKA - 21





BAB I
PARAGRAF KARYA TULIS

Karya tulis ilmiah itu mencakup karya ilmiah non-akademis yang lazim disebut dengan karya ilmiah popular. Dalam penulisan karya ilmiah paragraf tidak dapat diabaikan peranannya. Ketika oaring membuat teks atau wacana dalam kerangka karya tulis ilmiah pasti akan berurusan dengan paragraph. Jadi sesungguhnya, paragraf karya tulis ilmiah itu dianggap sebagai bagian yang terkecil dari sebuah teks atau wacana. Entensitas yang lebih kecil dari paragraf lazim disebut dengan kalimat, setelah kalimat lalu diteruskan dengan klausa, frasa, kata, dan berakhir dengan morfem-morfem pembentuk kata itu. Maka kalau kita membicarakan masalah paragraf dalam karya tulis, entitas-entitas kebahasaan lebih kecil yang berada di bawah tataran paragraf juga harus diperhatikan.
A.    Pengertian Paragraf Karya Tulis
Paragraf karya tulis merupakan bagian dari karangan atau karya tulis ilmiah. Dalam wacana lisan disebut dengan paratone. Jdi jika orang komunikasi baik lewat wacana lisan maupun tulis, kerangka paragraph dan paraton itu harus senantiasa dibuat/disiapkan. Ada tidaknya kerangka-kerangka yang disebutkan di bagian depan itulah sesungguhnya yang menjadi salah satu penentu dari baik-buruknya pengungkapan idea tau gagasan.
Dalam penyusunan karya tulis ilmiah, dapat dikatakan pula bahwa ada tidaknya kerangka paragraf yang benar-benar baik, menjadi penentu pokok dari baik-buruknya karya tulis ilmiah tersebut. Dengan kerangka paragraf dalam karya tulis demikian itu, gagasan satu dengan lainnya dalam paragraf karya tulis dapat ditata dengan baik, diurutkan secara logis dan sistematis lewat kalimat – kalimat yang menjadi wadah bagi semuanya itu, maka paragraph karya tulis dapat didefinisikan sebagai rangkaian kalimat – kalimat dalam karya tulis ilmiah yang saling memiliki hubungan, dan secara bersama – sama pula, sekumpulan kalimat itu menjelaskan satu buah gagasan atau pokok pikiran untuk mendukung pokok pikiran yang kebih luas dalam karangan atau karya tulis ilmiah itu.

B.     Ciri – Ciri Paragraph Karya Tulis
Salah satu cirri yang dapat dilihat dari sebuah paragraf karya tulis ilmiah adalah bahwa paragraph itu selalu diawali dengan kalimat baru dan baris baru. Dalam penilisannya kalimat baru yang menandai berawalnya sebuah paragraph itu harus ditulis bertakuk ( indented). Caranya, ketukkan satu ‘tab’ saja dikomputer anda. Satu ‘tab’ bila dihitung dalam bentuk karakter akan berjumlah 5 maka, kalau tulisan yang menjorok ke dalam atau bertakuk itu akan dihitung dengan karakter atau huruf, jumlahnya adalah 5 karakter atau huruf itu.
Karya tulis ilmiah akademis cukup tegas memberikan batasan yang berlaku umum/universal ini. Maka, yang berlaku umum ini hendaknya dapat dipatuhi dan ditepati oleh para penyusun karya tulis ilmiah akademis. Dalam publikasi – publikasi media, ketentuan tentang inden atau takuk ini tentu saja tidak dapat ditepati . alasannya, media selalu terkendalai oleh ketersediaan spasi. Maka lazimnya, di media massa hanya digunakan 3 karakter untuk menendai paragraph yanf baru tersebut.  Cirri lain dari sebuah karya tulis lmiaah akadenis adalah dapat digunakan model( full-blocked style) untuk mengawali paragraph baru/ jadi, bukan dengan cara diinden atau ditakuk seperti yang telah disampaikan didepan itu, melainkan dengan cara dibuat blok penuh.
Kalimat pertama paragraph dalam karya tuis ilmiah itu berawal dari karakter 0, bukan dari karekter ke- 5 seperti yang disebutkan tadi, cirri fisik yang bersifat teknis seperti yang disebutkan didepan itu tentu saja tidak bisa dianggap remeh dan dapat diabaikan, sekalipun sesungguhnya ada hal sangat mendasar lain yang menjadi cirri pokok dari sebuah paragraph karya tulis. Adapun yang dimaksud dengan cirri pokok itu adalah gagasan pokok paragraph. Sebuah paragraph karya tulis harus dibangun dari sebuah gagasan pokok yang diwadahi didalam sebuah kalimat pokok.  Kalimat pokok paragraph itu harus diterang jelaskan dengan sangat terperinci dengan kalimat-kalimat lain yangdiseebut kalimat penjelas mayor dan kalimat penjelas minor. Pada akhirnya, semua kalimat dalam sebuah paragraph karya tulis itu harus ditegaskan oleh sebuah kalimat yang lazim dusebut sebagai kalimat penegas.

C.    Fungsi paragraph karya tulis
Anda mungkin dapat membayangkan. Sebagaimana kalu sampai ada sebuah karangan ilmiah akademis, katakan saja sebuah kertas saja atau makalah, atau bahkan sebuah jurnal ilmiah yang dipublikasikan, atau bahkan sebuah skripsi, tesis, disertai pubilitasi yang tidak dibagi dalam paragraph – paragraph. Tentu akan sangat membingungkan. Kalu anda sebagai penulisnya, tentu saja anda harus merasa malu. Karena pasti tulisan yang demikian ini juga mencerminkan siapa sesungguhnya sosok penulisnya. Kalau anda sebagai pembaca, sebagai proofreader, atau bahkan sebagai penguji skripsi, tesis, atau disertasi, yang sudah barabg tentu sebelumnya harus membaca tulisan  itu kalimat demi kalimat, paragraph demi paragraph terlebih dahulu, kiranya dapat dimengerti kalau anda merasa bosan dan jengkel dengan tulisan itu, orang tertentu mungkin akan buru-buru mengatakan bahwa tulisan demikian ini adalah tulisan yang tidak memenuhi kaidah – kaidah ilmiah yang berlaku universal.
Nah, dari hal – hal yang disebutkan didepan itu setidaknya dapat dipetik dua hal penting berkaitan dengan fungsi atau kegunaan dari sebuah paragraph karya tulis ilmiah itu. Dari dimensi penulisannyam paragraph karya tulis yang memiliki pengertian dan cirri sebagaimana disebutkan didepan tadi akan sangat membantu dalam pengungkapan ide atau gagasan  berikut dengan perincian – perinciannya dengan baik bgi sebuah karya tulis yang lebih luas dan besar. Dengan paragraph yang kecil- kecil  dalam sebuah karya tulis ilmiah itu, gagasan yang luas dan lebar dari sebuah karangan atau karya tulis yang panjang akan dapat dipecah secara terperinci didalam paragraph itu.

D.    Unsur-unsur paragraph karya tulis
Unsure pertama yang harus terlebih dahulu disebut dalam paragraph karya tulis ilmiah adalah pikiran pokok atau pikiran utama, referensi tertentu menyebutnya sebagai ide pokok at aide utama. Adapun fungsi dari pikiran pokok adalah untuk mengontrol dan mengendalikan semua gagasan kecil sebagai perincian dari gagasan pokok itu. Maka dalambahasa inggris pikiran pokok itu dikatakan sebagai ‘controlling ide’. Jadi pikiran pokok itulah yang akan  mengendalikan seluruh kalimat yang ada didalam paragraph itu. Dari pikiran pokok ini pula akan jelas kelihatan, apakah sebuah kalimat penjelas dalam paragraph karya tulis ilmiah harus dipotong dan disingkirkan , ataukah tetap dipertahankan dan harus terus dikembangkan. Dari pikiran pokok paragraph karya tulis ini pula akan kelihatan, apakah sebuah paragraph harus  dikembangkan dengan metode dan tekhnik pengembangan paragraph tertentu. Juga, tersirat pula keleluasaan perincian yang harus dituliskan didalam sebuah paragraph  karya tlis ilmiah itu.
Dalam keseluruhan isi paragraph demikian itu, pikiran pokok atau ide pokok paragrat karya tulis harus dijabarkan dan diterangkanjelaskan hingga tuntas. Ketuntasan itu sesungguhnya, akan kalihatn cukup jelas dari rumusan pikiran pokok yang ada dalal paragraph karya tulis itu. Unsure kedua dari sebuah paragraph karya tulis ilmiah adalah kalimat pokok atau kalimat utama, banyak orang yang menyamakan antara pikiran pokok atau ide pokok paragraph dan kalimat pokk atau kalimat utama paragraph karya tulis ilmiah. Harus ditugaskan disini, bahwa dua unsure pokok paragraph itu berbeda dengan substansi dan wujudnya, sebuah ide pokok lazimnya dapat dirumuskan dalam bentuk kata atau frasa. Jadi, rumusan pikiran pokok itu bukan berupa klausa atau kalimat, melainkan hanya berupa kata atau kelompok kata. Disisi wujudnya, kalimat pokok atau kalimat utama itu harus berupa kalimat baku dan kalimat efektif, artinya, kalimat pokok itu harus sesuai dengan ketentuan dan kaidah kebahasaan yang berlaku, selain itu, kalimat pokok atau kalimat utama itu juga harus memenuhi ketentuan – ketentuan kalimat efektif yang berlaku didalam bahasa Indonesia. Dalam sebuah karya tulis ilmiah, kalimat pokok atau kalimat utama inilah yang akan dikembangkan dengan kalimat – kalimat penjelas dan kalimat penegas yang mengikutinya. Dalam paragraph deskriptif, lazimnya kalimat pokok atau kalimat utama itu terdapat di awal kalimat. Demikian pula paragraph argumentative dan persuasive yang juga sangat lazim ditemukan di dalam sebuah karya tulis ilmiahtersebut.
Unsur ketiga yang harus dipahami oleh para mahasiswa, para dosen, para peneliti, dan para penulis dan pada umumnya. berkaitan dengan unsur – unsur paragraph karya tulis ilmiah ini adalah kalimat – kalimat penjelas. Literature tertentu menyebut kalimat penjelas demikian ini sebagai ‘supporting sentences’ artinya kalimat – kalimat pendukung. Sesuai dengan sebutannya kalimat – kalimat drmikian ini bertugas untuk mendukung dan menopang keberadaan dari dari kalimat pokok atau ‘topic sentence’.
Selanjutnya, unsur keempat yang juga cukup penting untuk dijelaskan di sini adalah kalimat penegas. Satu hal yang harus dicatat oleh para mahasiswa, para karyasiswa, para dosen, para peneliti. Dan para penulis pada umumnya adalah kalimat kalimat penegas itu bukanlah kalimat topic atau kalimat utama yang kedua dari sebuah paragraph karya tulis ilmiah itu. Jadi, kalimat penegas itu semata – mata hanya manegaskan kalimat topic atau kalimat utama yang berada di awal paragraph itu, bukan sebagai kalimat topic atau kalimat utama baru. Dalam kerangka ini harus selalu diingat, bahwa paragraph karya tulis ilmiah yang benar hanya terdiri dari satu kalimat topic atau kalimat pokok. Jadi paragraph karya tulis ilmiah yang benar itu hanya boleh dikendalikan oleh satu ide pokok atau satu gagasan utama.
Unsur kelima dari paragraph karya tulis ilmiah adalah unsure – unsure transisi, adapun yang dimaksud unsure transisi itu adalah kata yang berfungsi sebagai  penanda peralihan atau transisi dari kalimat yang satu kedalam kalimat yang lainnya dalam sebuah  paragraph.
E.     Identifikasi Paragraf Karya Tulis
Setelah kita mengetahui pengertian mengenai ikhwal paragraph secara terperinci, identifikasi paragraph yang baik dan tidak baik ddalam sebuah karya tulis. Dengan mengguynakan ketentuan-ketentuan penyusunan paragraph yang sudah dijelaskan di awal.  















BAB II
JENIS-JENIS PARAGRAF KARYA TULIS
Perbincangan peragraf sesungguhnya memiliki jangkauan yang sangat umum dan luas. Komponen-komponen yang ada dalam paragraph ternyata juga tidak sederhana. Terdapat kesatuan-kesatuan dan kepaduan yang harus diperhatikan sebelum kita melakukan proses menulis karya ilmiah. Berkaitan dengan semuanya itu, maka untuk kemudahan dalam pembelajaran, paragraph karya tulis dikelompokkan atas dasar penjenisan tertentu, sebagaimana tertulis dibawah ini:
A.    Paragraf Karya Tulis Berdasarkan Letak Kalimat Utamanya
Berdasarkan letak dari kalimat pokoknya dalam kontruksi paragraph karya tulis setidaknya terdapat 4 macam paragraph yang harus kita kenali, diantaranya:
1)      Paragraf Karya Tulis Deduktif
        Jenis paragraph yang pertama dari penjenisan yang didasarkan pada letak kalimat utamanya adalah paragraph karya tulis deduktif. Paragraf ini menempatkan kalimat pokoknya di awal konstruksi paragraph karya tulis tersebut. Konsekuensinya kalimat-kalimat penjelas dan kalimat penegas yang mengikutinya semuanya bertugassebagai pemerinci, penjabar, pengurai, atau pengembang bagi gagasan pokok yang diwadahi dalam kalimat utama paragraph karya tulis itu.
2)      Paragraf Karya Tulis Induktif
       Pada paragraph induktif letak dari gagasan pokok yang dikemas dalam kalimat pokok atau kalimat utama tersebut berada di akhir paragraph. Jadi dalam paragraph induktif ini bermula dari perincian-perinciannya, jabaran-jabarannya, penjelasannya kemudian ditarik simpulan baru di akhir paragraph karya tulis itu.
3)      Paragraf Karya Tulis Ineratif
       Jenis paragraph ketiga , yang juga sangat dimungkinkan terjadi dalam sebuah paragraph karya tulis adalah jenis ineratif. Paragraf ini menempatkan gagasan utama di tengah-tengah paragraph karya tulis itu. Maka kalimat-kalimat yang mengawalinya dapat dianggap sebagai pengantar untuk menuju puncak paragraph yang berada di tengahkonstruksi paragraph karya tulis itu.
4)      Paragraf Karya Tulis Tanpa Kalimat Utama
      Adakalanya didapatkan bahwa sebuah paragraph tidak memiliki kalimat utama. Artinya, gagasan pokoknya mungkin sekali ada, tetapi memang sengaja tidak dirumuskan dalam bentuk kalimat uatama.

B.     Paragraf Karya Tulis Berdasarkan Sifat dan Tujuannya
            Paragraf karya tulis dapat dibedakan berdasarkan sifatnya menjadi bermacam-macam, sebagaimana diungkapkan dibawah ini:
1)      Paragraf karya Tulis Deskriptif
        Dapat dikatakan deskriptif karena tujuan pokoknya memang untuk menggambarkan sesuatu. Dalam konteks ilmiah paragraph deskriptif lazim digunakan untuk membuat pendeskripsian.
2)      Paragraf Karya Tulis Naratif
       Sebuah konstruksi paragraph narasi apabila tujuannya adalah untuk menceritakan sesuatu. Akan tetapi harus dicatat bahwa penceritaan yang dimaksudkan disini tidak selalu harus dimaknai pendongengan.
3)      Paragraf Karya tulis Ekspositoris
      Tujuan pokok paragraph eksposisi adalh untuk memaparkan. Maka, paragraph jenis ini sering disebut sebagai paragraph pemaparan. Salah satu wujud dari pemaparan itu adalah penyampaian informasi, perumusan pengertian atau definisi, dan lain-lain.
4)      Paragraf Karya tulis Argumentatif
       Dalam paragraph ini penulis menyampaikan argument tertentu yang dimaksudkan untuk menjelaskan atau menegaskan sesuatu. Argumen tersebut lazimnya berupa pendapat yang didukung dengan alasan dan justifikasi yang kuat.
5)      Paragraf karya Tulis Persuasif
       Sebuah paragraph ini dapat disebut paragraph persuasi apabila tujuan pokoknya adalah untuk membujuk. Persuasi lazimnya diawali dengan argument-argumen tertentu, dengan justifikasi-justifikasi tertentu.

C.    Paragraf Karya Tulis Berdasarkan Fungsinya
       Berdasarkan fungsinya paragraph karya tulis dapat dibedakan sebagai berikut:
1)      Paragraf Karya Tulis Pengantar
Tugas pokok paragraph pengantar adalah untuk mengawali atau memulai sebuah tulisan. Dalam konteks karya tulis, paragraph pengantar itu lazimnya digunakan untuk menunjukkan pokok-pokok persoalan yang mendasari masalah yang hendak di pecahkan. Latar belakang pentingnya masalah itu dipecahkan lazimnya dinyatakan dalam paragraph pengantar ini.
2)      Paragraf Karya Tulis Isi
Paragraph isi sesungguhnya merupakan isi, inti, dan subtansi pokokdari karya tulis ilmiah itu sendiri. Sebagai inti karya tulis dipastikan bahwa isi pokoknya adalah penjabaran, penguraian, pemaparan, pendeskripsian yang mendalam dari pokok persoalan yang disampaikan dalam paragraph pengantar yang telah hadir sebelumnya.
3)      Paragraf karya tulis Penutup
Dalam paragraph penutup, seorang penulis harus mengahiri dan menutupnya dengan sebaik-baiknya. Pengakhiran tulisan yang baik itu harus dilakukan, misalnya saja dengan menciptakan kesan baik dan manis yang tidak akan pernah habis-habisnya.






















BAB III
TEKNIK-TEKNIK PENGEMBANGAN PARAGRAF KARYA TULIS

Dalam paragraph karya tulis hanya dimungkinkan hadir satu pikiran pokok atau satu pikiran utama. Bilamana dalam satu paragraph karya tulis dimungkinkan berisi lebih dari satu gagasan utama, tentu saja dipersilakan sejauh yang bersangkutan dapat menjustifikasinya. Jadi ukuran panjang pendeknya paragraph karya tulis itu sama sekali tidak dapat digunakan sebagai parameter bagi ketuntasan sebuah paragraph karya tulis. Satu-satunya yang dapat mengukur adalah parameter ketuntasan. Ketuntasan yang dimaksud menunjuk pada fakta-fakta pemerincian dan penerangjelasan yang benar-benar mendalam, tajam, radikal sampai ke akar-akarnya.
Untuk memudahkan dalam pengembangan paragraph karya tulis dapat kami paparkan teknik-teknik khusus sebagaimana berikut ini:
A.    Teknik apengembangan Paragraf Karya Tulis dari Umum ke khusus
Teknik pengembangan ini dapat dianggap sebagai teknik yang paling lazim dalam pengembangannya paragraph karya tulis. Dalam paragraph-paragraf yang sifatnya deskriptif dan argumentative, bahkan termasuk pula yang sifatnya ekspositoris, hamper selalu teknik pengembangan yang digunakan adalah teknik pengenbangan pikiran dari alur umum ke khusus.
B.     Teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis dari Khusus ke Umum
Paragraf dalam karya tulis ini memungkinkan memiliki alur pemikirankhusus ke umum. Artinya, pokok pikiran dalam paragraph karya tulis tersebut dikembangkan dengan mengikuti alur pemikiran induktif demikian itu. Paragraf yang demikian bermula dari perincian-perincian dan uraian-uraian, dan akhirnya bermuara pada kalimat yang berisi gagasan pokok pada akhir paragraf. Paragraf yang menggunakan teknik pengembangan khusus ke umum lazimnya di akhiri dengan kalimat yang bersifat menyimpulkan.
C.    Teknik Pengembangan Paragraf karya Tulis dari Sebab ke Akibat
Teknik pengembangan paragraph yang menggunakan alur dari sebab ke akibat menempatkan unsure sebab sebagai kalimat pokoknya, dan unsure akibat sebagai kalimat-kalimat penjelasnya. Dengan perkataan lain, perincian-perincian pada paragraph karya tulis itulah yang merupakan akibatnya. Jika dilihat dari alur pikirnya paragraph yang demikian itu lazimnya bersifat deduktif.
D.    Teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis dari Akibat ke sebab
           Teknik pengembangan paragraph ini disampaikan dari akibat menuju sebab. Artinya, kalimat yang menjadi akibatlah yang hadir sebagai kalimat pokok dalam paragraph karya tulis itu, sedangkan kalimat-kalimat selanjutnya yang menjadi penjelas merupakan sebab-sebabnya. Jadi alur piker deduktif pun diterapkan di dalam penyusunan paragraph karya tulis dengan teknik pengembangan akibat-sebab ini.
E.     Teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis dengan Pembandingan
       Paragraf karya tulis yang dikembangkan dengan teknik pengembangan perbandingan dilakukan dengan cara mengidentifikasi kesamaan-kesamaan dari sejumlah entitas. Adapun yang dipersamakan itu adalah entitas-entitas yang sifatnya sejajar atau sebanding.
F.     Teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis dengan Pemertentangan
Paragraf yang dikembangkan dengan menerapkan teknik pemertentangan berbeda sekali dengan teknik perbandingan. Di dalam teknik pemertentangan tersebut, ide-ide dalam paragraph karya tulis itu dicermati perbedaan-perbedaannya, bukan persamaannya.


G.    Teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis dengan Analogi
            Paragraf karya tulis yang demikian ini lazimnya digunakan untuk membandingkan atau mempertentangkan hal-hal yang sifatnya umum, hal-hal yang sudah banyak diketahui masyarakat, dengan hal-hal yang sifatnya khusus, hal-hal yang belum diketahui publik.
H.    Teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis dengan Pemberian Contoh
           Paragraf karya tulis juga lazim dikembangkan dengan model pemberian contoh. Contoh atau missal atau mungkin pula sampel itu dilakukan untuk memberikan bukti konkret dari sebuah generalisasi yang sifatnya sering abstrak. Sesuatu yang sifatnya umum hamper pasti memerlukan contoh nyata untuk memperjelas atau menguraikannya.
I.       Teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis dengan Pemberian Definisi
          Definisi dapat dipahami sebagai uraian atau penjabaran pengertian. Dengan demikian di dalam paragraph karya tulis tersebut ditampilkan uraian pengertian tertentu untuk memperjelas kekaburan atau ketidakjelasan sebuah konsep.
J.      Teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis dengan Pemerincian
             Paragraf karya tulis yang dikembangkan dengan teknik pemerincian itu dilakukan dengan cara memerinci gagasan pokok yang terdapat di dalam paragraph karya tulis itu. Semakin jelas perincian itu, akan semakin sempurnalah paragraph karya tulis itu.
K.    Teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis dengan pembuktian
          Paragraf karya tulis dapat dikembangkan dengan menerapkan teknik pengembangan pembuktian. Maksudnya, di dalam paragraph karya tulis itu diberikan banyak fakta sebagai bukti atas pernyataan umum yang hadir pada awal paragraph itu.
L.     Teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis dengan Eksplanasi
          Gagasan pokok lazimnya ditempatka di awal paragraf dalam bentuk kalimat pokok atau kalimat utamanya. Lazim pula kalimat pokok tersebut hadir setelah kalimat transisional yang hadir di bagian paling awal.
M.   Teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis dengan Pertanyaan
          Paragraf karya tulis sangat mudah dikembangkan dengan model pertanyaan. Lazimnya, rumusan pertanyaan itu ditempatkan di awal paragraph karya tulis sebagai kalimat pokoknya. Kemudian kalimat-kalimat yang hadir berikutnya adalah kalimat-kalimat yang merupakan upaya-upaya menjawab pertanyaan yang dijadikan kalimat pokok tersebut.



DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Zaenal dan Amran tasai. 2004. Cermat Berbahasa Indonesia. Jakarta: Akapres.
Arifin, E. zaenal dan Farid Hadi. 2003. Kesalahan Berbahasa, Bahan Penyuluhan Bahasa
        Indonesia. Jakarta: Akademisa Pressido.
Arifin. E. Zaenal, Prof. dr. dan M, h. Junaiyah, Dra, M. hum. 2008. Sintaksis. Jakarta:
        Grasindo.
Badudu. J.S. 2005. Kamus Kata-Kata Serapan Asing dalam bahasa Indonesia. Jakarta:
         Kompas.













Tidak ada komentar:

Poskan Komentar